Kebiasaan yang harus dihentikan saat di kamar mandi

Related image

Kita semua tentu sudah tahu bagaimana cara menjaga kebersihan kamar mandi bukan?
Namun, apakah cara-cara tersebut menjamin kamar mandi kita benar-benar bersih??
Ternyata masih banyak celah kesalahan dalam cara cara yang selama ini kita pakai untuk membersihkan kamar mandi, yang dimana bisa saja menimbulkan penyakit karena kebiasaan yang kita anggap benar malah ternyata berpotensi mengganggu kesehatan, ternyata kebiasaan-kebiasaan tersebut merupakan kesalahan besar yang harus dihindari.

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan umum yang harus dihentikan saat di kamar mandi


Saat menyiram kloset duduk, tidak pernah menutup penutupnya.

Dalam sebuah survey, terungkap bahwa 60% dari pengguna kamar mandi, melupakan langkah higienis yang satu ini. Padahal, dengan membiarkan tutup kloset terbuka saat menyiram kloset, mikroorganisme yang terdapat pada air, atau partikel kecil sisa kotoran yang ada di kloset dapat menyebar paling tidak hingga jarak 1,8 m. Hal ini pernah dibuktikan oleh Dr.Charles Gerba, seorang ahli bakteriologi.
Dr.Gerba menemukan bahwa bakteri dapat berada cukup lama di udara dan membentuk lapisan kotor di seluruh ruangan kamar mandi. Jadi, pastikan siapa saja yang menggunakan kloset duduk kita di ingatkan untuk menutup tutup kloset sebelum menyiramnya. Sebuah tips kesehatan keluarga yang sederhana namun penting.


Menyimpan sikat gigi di dalam lemari/ rak tertutup

Mungkin para orangtua berpikir, bahwa menyimpan sikat gigi dalam lemari atau rak tertutup adalah sebagai salah satu cara untuk menghindari adanya kontaminasi virus bakteri dari kloset. Apalagi, banyak produsen sikat gigi yang menganggapnya sebagai tips kesehatan keluarga. Kenyataannya, cara ini malah bisa menyebarkan bakteri, loh kenapa?
Membiarkan sikat gigi tersimpan dalam wadah tertutup, memungkinkan bulu-bulu sikat tidak akan mengering dengan sempurna. Kondisi ini sangat pas untuk pertumbuhan bakteri.

Cara yang terbaik adalah menyimpan sikat gigi dengan kondisi berdiri dan menghadap ke atas, serta menjauhkan bagian kepalanya dari sikat gigi anggota keluarga lain.

 

Membiarkan handuk mengering di gantungan kamar mandi

Mengeringkan handuk yang sudah doakai untuk mandi setiap kali usai digunakan merupakan sebuah kebiasaan yang patut diacungi jempol. Hanya saja kebiasaan itu akan benar-benar sangat efektif apabila handuk dikeringkan dengan cara dibentangkan.Bila cara mengeringkan dengan digantung begitu saja, maka kelembaban handuk, atau pun sisa-sisa sabun yang mungkin ada, akan tertinggal pada lipatan-lipatan handuk.
Lipatan inilah yang nantinya akan menjadi tempat bakteri tumbuh. Ada baiknya gantung handuk di tempat lain agar lebih cepat kering.

 

Menggunakan handphone di kamar mandi

Mungkin kita semua termasuk saya pun akan terkejut dengan tips kesehatan yang satu ini. Seperti disebutkan sebelumnya, ada banyak partikel di udara ataupun residu dari kotoran yang ada di kamar mandi. Partikel partikel itu bisa saja menempel di handphone saat Anda menggunakannya di kamar mandi atau malah di kloset. Bayangkan, seandainya partikel tersebut kemudian menempel di wajah saat menerima telepon, bahkan masuk ke mulut Anda saat menelepon. Hiiyy!

 

Meletakkan make up beserta peralatannya di dalam kamar mandi

Apapun yang akan diaplikasikan di wajah kita benar benar haruslah bebas dari partikel kotor.
Dan tahukah anda, kelembaban di kamar mandi akan menjadi tempat terbaik bagi bakteri untuk tumbuh pada make up dan peralatan yang digunakan pada wajah. Jadi, bila memang Anda lebih suka meletakkan make up dan peralatannya di kamar mandi, usahakan untuk menyimpannya dalam laci, atau kotak. Jangan lupa juga bersihkan peralatan make up secara berkala sebelum memakai make up dan perhatikan masa berlakunya make up produktif.

 

Menggunakan spons mandi dan sikat punggung dalam jangka waktu yang lama

Bakteri sangat suka tumbuh di peralatan mandi yang satu ini. Permukaan spons yang berlubang-lubang dibuat guna menahan sabun dan air saat kita menggosok tubuh.
Sayang seribu sayang, permukaan semacam itu justru tempat favorit bakteri untuk berkembang biak. Jadi, gantilah spons mandi, & sikat punggung paling tidak 3 atau 4 minggu sekali.

 

Pintu dan tirai shower kamar mandi tidak pernah dibersihkan

Survey kamar mandi yang sama juga menyebutkan bahwa pintu atau tirai shower kamar mandi juga termasuk bagian yang paling tidak diperhatikan. Padahal, kedua material tersebut sering sekali terkena percikan air yang kotor, dan pasti sudah banyak bakteri bakteri penyebar virus bertebaran.

 

Exhaust fan kamar mandi jarang dihidupkan

Sirkulasi udara di kamar mandi sangatlah penting. Kelembaban kamar mandi dapat menyebabkan timbulnya beberapa lapisan licin menjijikkan di dinding kamar mandi dan lantai. Jadi, jika kamar mandi kita tidak memiliki ventilasi udara maka hidupkanlah exhaust fan / kipas angin atau buka jendela kamar mandi saat Anda sedang mandi, plus 15 – 20 menit usai kamar mandi digunakan.

 

Demikianlah, artikel dari www.civicindonesia.com semoga bermanfaat.
Terima Kasih

 

PUBLISHED BY

civicindonesia

Apa Itu Penyakit Disentri?

Image result for apa itu penyakit disentri

Penyakit Disentri merupakan salah satu jenis penyakit diare akut atau timbul mendadak, yang pada umumnya banyak dialami anak anak pada usia balita. Tetapi, tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terjangkit penyakit ini. Gejala disentri pada anak biasanya didahului dengan demam, muncul gejala sakit perut ketika BAB dan setelahnya rasa sakit tersebut hilang serta feses terlihat berlendir dan berdarah.

Disentri juga dikenal sebagai gangguan peradangan usus terutama usus besar yang pada akhirnya menghasilkan diare yang berat. Penyakit disentri jika terlambat diobati akan berakibat fatal bagi si penderita Disentri.

Ada beberapa sebenarnya penyebab munculnya penyakit disentri, salah satunya adalah dari tidak bersihnya lingkungan di sekitar kita dan juga virus dari bakteri yang disebut Entamoeba histolytica.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, disentri ini di kategorikan termasuk diare, di mana darah bisa muncul saat buang air besar dan berbentuk encer.

Dalam musim penghujan seperti sekarang, penyakit disentri sangat umum terjadi pada setiap kelompok usia berapapun. Sehingga pada musim hujan memang sangat perlu dilakukan pencegahan pada penyakit disentri. Bisa dengan membersihkan lingkungan sekitar rumah, atau bisa membersihkan kamar mandi & kloset secara rutin, bisa juga dengan membersihkan got mampet supaya tidak menimbulkan bau yang tidak sedap, atau bisa juga dengan membersihkan genangan air. Penyakit disentri ini sendiri terkait dengan kondisi sanitasi yang buruk dan menyebar terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh bakteri.
Ketika seseorang sudah terinfeksi, organisme bakteri hidup pada usus dan dilewatkan dalam tinja orang yang terinfeksi. Jika ini terjadi kontak dengan makanan atau air, maka akan terjadi kontaminasi. Hal ini biasanya ditularkan melalui air atau makanan yang kita konsumsi.

Dengan mengetahui penyebab dari disentri maka pencegahan pada penyakit disentri dapat lebih mudah dilakukan, penyakit disentri bisa disebabkan banyak faktor yang di antaranya adalah di bawah ini

  1. Lingkungan Tidak Bersih
  2. Air yang kotor
  3. Makanan berbumbu dan makanan berlemak yang berlebihan.
  4. Buah dan sayuran yang kotor.
  5. Gangguan usus
  6. Tertular penyakit disentri

Gejala disentri sendiri dapat berlangsung selama lima hari atau bahkan lebih. Untuk beberapa kasus, gejala disentri mungkin bisa ringan, sementara ada juga yang menderita diare berat hingga muntah, sampai yang berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Gejala yang muncul jika terkena penyakit disentri:

  1. Perut kembung.
  2. Nyeri pada abdomen biasa disebut perut.
  3. BAB berdarah.
  4. Mual, dengan atau tanpa muntah.

Namun, jika sudah terjangkit infeksi disentri parah, orang mungkin mengalami gejala lain akibat dehidrasi yaitu:

  1. Demam dan menggigil.
  2. Haus yang berlebihan.
  3. Kejang otot.
  4. Lemas.
  5. Penurunan berat badan.
  6. Penurunan siklus Buang Air Kecil.

Dalam kasus disentri yang sudah kronis, ada efek setelah serangan diare akut. Pada kasus yang parah, suhu tubuh akan naik mencapai 40 derajat Celcius.
Jika sudah dilakukan pencegahan pada disentri dan tidak berhasil maka perlu penanganan yang serius untuk dilakukan pengobatan, diagnosis klinis amat diperlukan untuk mengendalikan disentri.

Disentri bisa tersebar dikarenakan berawal dari kebersihan yang buruk. Untuk meminimalkan resiko terkena kondisi tersebut, maka harus dilakukan pencegahan pada penyakit disentri, yaitu dengan cara cara dibawah ini:

  1. Pastikan Anda minum air yang sudah dimurnikan atau air matang.
  2. Minum air minum kemasan saat traveling.
  3. Menghindari berbagi handuk dengan orang lain.
  4. Cuci tangan anda dengan sabun anti bakteri setelah menggunakan kamar mandi, menyentuh barang apapun, mengganti popok terutama untuk para ibu, sebelum menyiapkan dan menyantap makanan.
  5. Hindari menelan air kolam renang saat berenang

Jika sudah terlihat ada gejala disentri di tubuh kita, lakukanlah pencegahan penyakit disentri melalui perawatan di rumah sebelum terinfeksi disentri akut. Pencegahannya bisa diaplikasikan dengan cara seperti di bawah ini:

  1. Rebus 2 sendok teh ketumbar lalu campur dalam secangkir air matang dan langsung minum
  2. Haluskan kayu buah apel,lalu langsung konsumsi. Kayu buah apel sendiri sangat bermanfaat dalam mengobati disentri
  3. Rebus pepaya mentah dalam air dan kemudian di konsumsi
  4. Jus jambu dapat membantu mengurangi diare
  5. Meningkatkan asupan air & jus sampai gejala disentri berada pada titik aman
  6. Ambillah satu siung bawang putih dan di konsumsi 4 kali sehari ketika disentri terjadi. Cara ini akan membersihkan dalam beberapa hari.
  7. Buatlah adonan dari daun kari dan biji jintan, lalu konsumsi adonan ini dengan campuran segelas air matang

Demikianlah artikel tentang Penyakit disentri beserta gejalanya dan pencegahannya.
Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita semua.

Kunjungi www.civicindonesia.com

 

PUBLISHED BY

civicindonesia

Mandi Dengan Shower, Gayung, atau Bath Tub?

Hasil gambar untuk gayung shower bathtub

Semua manusia di muka bumi ini sesuai kodrat dan kebutuhannya pastilah harus tetap menjaga kebersihan diri, itu mutlak. Mandi adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk tetap menjaga kebersihan tubuh serta melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, dan penyakit kulit.
Menjaga kebersihan tubuh sangatlah penting untuk kepercayaan diri dan kesejahteraan emosional sebagai manusia.
Fungsi utama dari mandi itu sendiri adalah selain untuk kebersihan tubuh, mandi juga dapat bermanfaat untuk menumpas kotoran di tubuh dan bau badan.

Banyak pilihan sebenarnya saat kita ingin menikmati kesegaran dari aktivitas mandi, ada yang lebih senang menggunakan gayung sebagai sarana untuk mempermudah aktivitas membersihkan tubuh/mandi,
beberapa orang bahkan lebih menyukai bersantai berendam air hangat di bathtub, sementara yang lainnya lagi lebih memilih kenyamanan mandi di bawah pijatan air deras dari pancuran air/shower, terutama di pagi hari sebelum bersiap untuk memulai aktivitas.

Pilihan menggunakan satu cara atau yang lainnya merupakan selera individu masing masing,
entah apakah itu mandi dengan menggunakan showerbathtub, atau dengan gayung, semua ada plus minusnya masing-masing.

Berbicara tentang  plus dan minus cara mana yang akan di pakai, mari kita lihat bersama hasil riset tentang plus minus Gayung, Shower, Bathtub.

Mana yang lebih hemat air?

Pancuran air alias shower bisa memompa hingga 9,5 liter air per menit, jadi sesi membersihkan badan dalam 10 menit saja hanya akan membuang air sekitar 95 liter. Tetapi, jika shower Anda dilengkapi dengan opsi aliran rendah, maka volume air yang akan terbuang justru akan lebih banyak, yaitu sekitar 475 liter per menitnya. Sebagai perbandingan, sebuah bathtub standar saja bisa menampung air hingga 190 liter saat anda berendam di bathtub. Bagaimana kalau mandi dengan gayung? Sebuah bak mandi berdiri berukuran standar bisa menampung air hingga 270 liter. Jika ingin melihat mana yang lebih hemat air, cara mandi dengan menggunakan gayung lebih dapat menghemat pengeluaran air.

Mana yang lebih efektif untuk membersihkan?

Berendam di bathtub bisa menjadi pilihan atau cara terbaik untuk bersantai dan menikmati waktu pribadi anda. Selain itu, anda bisa melakukan banyak eksperimen saat berendam dengan membuat busa, menambahkan minyak esensial, atau bahkan menggunakan bathbomb, untuk meningkatkan rileksasi tubuh dan meningkatkan kualitas kulit.

Berendam sendiri mempunyai manfaat yang cukup baik, karena uap dari air hangat dalam bathtub dapat membantu membuka pori pori kulit dan melunturkan kotoran yang menempel, akan tetapi keburukan dari berendam adalah segala sel kulit mati dan kotoran yang rontok dari tubuh anda akan bercampur dalam air rendaman tubuh anda, belum lagi dengan sisa sisa sabun dan shampo yang anda gunakan. Hmmm cukup berbahaya ya,

Untungnya, ada solusi sederhana untuk menyiasati ini: bilaslah tubuh anda dengan air bersih setelah anda keluar berendam dari Bathtub.

Aktivitas mandi dengan shower atau gayung juga bisa menyegarkan dan mengembalikan tingkat energi, terutama dengan shower yang memiliki fasilitas pijatan air. Kotoran bisa hanyut segera menuju drainase. Jika tubuh kita sangat kotor, misalnya setelah bermain olahraga di luar ruangan, sangat disarankan untuk membilas tubuh langsung di bawah pancuran air/shower atau dengan gayung, bukan dengan cara berendam. Atau, jika anda masih keukeuh ingin berendam, anda bisa membilas tubuh anda terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam bathtub, sehingga sisa kotoran tidak tersisa di kulit.

Mana yang lebih cepat?

Umumnya, mandi di bawah pancuran air/ shower lebih hemat air, waktu, dan energi ketimbang harus menunggu mesin air aktif sebelum mulai mengisi bak hingga penuh. Rata-rata, mandi dengan menggunakan shower hanya menghabiskan waktu sekitar 8-10 menit. Dibutuhkan waktu kurang lebih 7 menit untuk mengisi bak mandi atau bathtub hingga penuh dengan keran air standar berdaya 20 liter per menit.

Daripada menunggu mesin air bekerja untuk bisa mendapatkan suhu air yang hangat, mengisi bak, dan kemudian baru mulai berendam atau sibuk jebar-jebur dengan gayung, anda dapat langsung menyalakan tombol keran air dan berdiri di bawah pancuran menyambut segarnya rintik air.

Ketika anda tak punya banyak waktu, membersihkan tubuh di bawah pancuran air membuat waktu lebih banyak untuk memberikan anda tambahan waktu untuk berleha-leha sejenak di meja makan saat sarapan.

Mana lebih sehat?

Berendam, diguyur air, atau di bawah pancuran air, ketiganya memiliki manfaat kesehatan yang berbeda.

  • Berendam terbukti akan meningkatkan mood seseorang dan mengusir rasa kesepian. Berendam juga membantu melembapkan kulit, asalkan suhu air tidak terlalu panas. Terlebih lagi, berendam di bathtub adalah cara jitu melepas stres. Selama berendam, anda bisa melakukan sejumlah akitivitas lain, misalnya mendengarkan musik, santai membaca buku ditemani segelas air minum, hingga terapi pijat sendiri.
  • Shower air hangat bisa meringankan pegal linu di punggung dan sakit otot. Mandi di bawah pijatan air hangat juga membantu meringankan kecemasan seseorang. Uap yang terkumpul selama anda mandi juga berfungsi sebagai obat alami ketika anda sedang terserang flu.
  • Diguyur air dingin dengan gayung atau shower terbukti bisa meningkatkan mood anda. Selain itu, segarnya cipratan air dingin akan membangunkan anda, tidak mengeringkan kulit atau rambut, menstimulasi penurunan berat badan, mempercepat pemulihan otot, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Mana yang lebih aman?

Cara yang manapun baik dengan shower, gayung, bathtub ternyata membawa risiko cedera walaupun terbilang minim dan bisa dicegah.

Saat mandi dengan shower atau gayung, anda mungkin terpeleset karena lantainya licin dan akhirnya jatuh di kamar mandi. Familiar dengan adegan ini? Jika anda berendam di bathtub, anda mungkin sangat terlena hingga ketiduran, atau peluang terburuknya, pingsan dan tenggelam.

Dilansir dari Detik Health, Dr Andra Azwar, SpPD  mengungkapkan bahwa orang-orang lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi fisik tidak prima, sebaiknya mandi menggunakan pancuran air/ shower saja, daripada berendam di bathtub atau dengan gayung. Alasannya, tangan akan lebih cepat lelah untuk bolak-balik menciduk air dengan gayung atau mereka memiliki masalah punggung yang akan menyulitkan mereka saat menciduk air dengan menggunakan gayung.

Selain itu, untuk kedua golongan ini, berendam mungkin juga tidak menjadi pilihan utama, kecuali jika dalam pengawasan penuh orang lain untuk menghindari risiko cedera atau tenggelam.

Berendam atau dengan gayung, yang penting selalu menguras bak mandi untuk membersihkan endapan kotoran di dasar bak, sehingga menghindari risiko demam berdarah karena rutin menguras kamar mandi akan mencegah nyamuk aedes aegepty untuk bersarang dan bertelur. Selain itu, menguras bak mandi juga penting supaya lumut tidak bertumbuh liar.

Demikianlah artikel dari kami.

Semoga bermanfaat dan berguna untuk semua serta dapat menambah wawasan.

Terima kasih, salam civic indonesia.

 

PUBLISHED BY

civicindonesia