CEK YUK ! KLOSET JONGKOK ATAU KLOSET DUDUK ? MANAKAH YANG LEBIH SEHAT ?

cropped-Closet-Civic-580-769-2.jpg

Sebagian orang lebih senang buang hajat di kloset duduk, alasannya agar mempermudah diri dan terlihat lebih rileks. Sedangkan, sebagian lainnya lebih afdol jika memakai kloset jongkok karena terasa memang sudah terbiasa. Memilih salah satu dari dua cara ini sah saja, tetapi bagaimana dari sudut pandang kesehatan, manakah cara buang hajat yang lebih sehat?

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam journal Digestive Diseases and Sciences, Dr. Dov Sikirov memaparkan posisi duduk atau jongkok saat buang air besar berpengaruh banyak pada kenyamanan di kamar mandi.

Hasil studi menunjukkan, saat posisi seseorang jongkok, ia membutuhkan 51 detik untuk memindahkan perutnya. Sedangkan saat posisi duduk di toilet lebih tinggi, orang membutuhkan 130 detik untuk memindahkan perut. Selain itu, orang yang buang air besar dengan jongkok merasa lebih nyaman dan lebih mudah.

Studi lainnya dilakukan oleh para peneliti Jepang.  Mereka meneliti cairan yang dilepaskan dari dubur baik dalam posisi duduk atau jongkok. Dari rekaman video sinar x terungkap, sudut anorektal yang terbentuk mulai dari dalam anus naik dari 100 menjadi 126 derajat ketika responden pindah posisi dari duduk ke jongkok. Peneliti mengamati kemungkinan terjadinya pengurangan keinginan mengejan saat jongkok.

Mengejan saat buang air besar erat kaitannya dengan terjadinya wasir. Wasir terjadi ketika pembuluh darah di bagian dubur bengkak.

Wasir bisa disebabkan mengejan saat buang air besar, sembelit, duduk dalam waktu lama, infeksi dubur, atau penyakit seperti sirosis hati. Penyakit ini bisa terjadi secara internal maupun ekternal. Gejalanya seperti gatal-gatal pada dubur, rasa sakit dan nyeri seputar dubur, terdapat darah merah pada tinja, nyeri saat buang air besar serta muncul benjolan keras di sekitar dubur.

Jadi, berdasarkan sejumlah kajian penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan Kloset jongkok relatif lebih menguntungkan dari sisi kesehatan.

Gunakan Toilet Jongkok, Jangan Duduk!

Dari gambar diatas bisa dilihat kalau menggunakan kloset jongkok bisa lebih baik untuk kesehatan,.

NOTE: RECTUM adalah bagian terakhir dari usus besar pada saluran pencernaan. Rectum biasanya disamakan dengan anus, padahal keduanya itu berbeda. Rectum  akan berakhir di anus, nah anus sendiri merupakan lubang (bukaan) dari rektum yang akan mengeluarkan feses ke luar tubuh. Rectum berfungsi untuk tempat penyimpanan feses (kotoran) sementara, saat Rectum sudah membesar karena sudah cukup penuh, sistem saraf akan dirangsang sehingga ada rasa untuk ingin buang air besar.

PUBLISHED BY

civicindonesia

ARTI KATA TOILET DAN BEBERAPA ISTILAHNYA.

sanitary

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata toilet ini berarti:

  1.  Peranti untuk berhias, spt bedak, cermin, dan sikat rambut.
  2. Tempat cuci tangan dan muka.
  3.  Kamar kecil (kakus=tempat buang air; jamban)

Jadi, toilet sendiri adalah sebuah ruangan kecil yang dipakai untuk membuang kotoran, dan di dalam toilet secara umum terdapat air, jamban, cermin.

Fungsi utama dari toilet sendiri adalah untuk membuang air kecil atau besar. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, toilet ini jadi memiliki kegunaan sekundernya, seperti, tempat untuk bercermin, merias wajah, mandi, dan sebagainya.

Beberapa istilah toilet yang dipakai:

  1. Loo (Spanish) :Toilet
  2. Bathroom (English) :Kamar Mandi
  3. Privy (Slovak) :Jamban
  4. Pipi place (Romanian) :Tempat BAK
  5. Restroom (English) :Toilet
  6. Cloakroom (English) :Ruang ganti
  7. Closet (English) :Lemari dinding, kamar kecil, WC,  Kakus, bilik kec

 

PUBLISHED BY

Civicindonesia

 

 

 

 

 

 

KLOSET DALAM SEJARAH KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT

cropped-Closet-Civic-580-769-1.jpg

Kloset adalah tempat duduk dalam kehidupan. Tetapi, meskipun kloset selama beribu ribu tahun telah melayani kebutuhan manusia, hanya beberapa diantara kita yang mengetahui sejarah dari penemuan manusia yang sangat berguna ini.

Kloset seperti yang kita kenal sekarang berkembang seiring dengan kemajuan berfikir dan berinovasi guna menciptakan teknologi sanitasi yang lebih efisien dan tepat guna. Perkembangan sanitasi khususnya kloset berkembang secara sporadis.

Sejak ditemukannya kloset paling awal pada sekitar 3000 SM di Lembah Sungai Indus (wilayah Pakistan dan India barat), sampai pada kloset berteknologi tinggi dari Jepang pada abad 21 ini, pembahasan mengenai kloset merupakan pembahasan yang selalu menarik untuk dikaji.

Siapa yang sesungguhnya menemukan kloset? Apa yang orang-orang gunakan sebelum kloset ditemukan? Bagaimana teknologi sederhana tetapi sangat dibutuhkan ini berkembang? Lalu mengapa kloset dianggap sebagai tempat duduk dalam hidup serta bagaimana maknanya dalam kehidupan sosial? Inilah yang akan coba dibahas dalam artikel ini.

Terdapat berbagai jenis kloset di seluruh dunia. Kloset duduk adalah jenis toilet yang paling umum di Barat, sedangkan kloset jongkok adalah jenis kloset yang cukup lazim digunakan di Asia Tenggara, Asia Timur ( Republik Rakyat Cina dan Jepang), India, serta masih dapat dijumpai pada kloset umum di Eropa selatan dan timur (termasuk sebagian Perancis, Yunani, Italia, negara-negara Balkan, dan negara bekas Uni Soviet).

Pada awal tahun 3300 SM, Habuba Kabir, orang yang berasal dari kota Mesopotamia Kuno, menggunakan saluran pipa sebagai saluran pembuangan. Sedangkan orang-orang di Lembah Sungai Indus di India menggunakan air untuk menyiram kotoran pada tumpukan batu bata yang telah disusun sebagai tempat pembuangan.  Penggalian reruntuhan di Lembah Sungai Indus di India menunjukkan sisa-sisa bangunan kota Mohenjo Darro dan Harappa. Kota Mohenjo Darro sekitar tahun 2800 SM memiliki beberapa bangunan kloset yang paling maju, yang dibangun di dinding luar rumah. Kloset yang digunakan pada saat itu terbuat dari batu bata dengan kursi kayu di atas tumpukan batu bata yang disambungkan dengan saluran air. Tetapi kloset jenis itu hanya digunakan oleh golongan kelas kaya, sedangkan kebanyakan orang menggunakan kloset jongkok. Akan tetapi, orang-orang dari peradaban Harappa, pada umumnya telah menggunakan kloset yang disiram dengan air di setiap rumah yang dihubungkan dengan saluran pembuangan dari  batu bata tanah liat yang dibakar. 

Barulah pada abad ke- 16, terobosan teknologi terjadi dan memungkinkan manusia untuk memiliki toilet bersih di rumah. Terobosan ini terjadi dengan cara yang tidak mudah dan umat manusia harus hidup dalam kondisi kurang sehat selama ribuan tahun.

Sir John Harington dikenal sebagai  Bapak WC ( Water Closet ), ia adalah yang menemukan toilet siram atau  flushing kloset yang diberinama Ajax tahun 1596.

Ajax berasal dari kata“a jakes”, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan sebuah kakus. Penemuan Harington ini masih menggunakan bejana untuk menampung tinja, sehingga bau tak sedap masih jadi masalah.  Abad kedelapan belas adalah abad kloset dan dianggap sebagai abad kebangkitan kloset. Meskipun penemuan Ajax oleh John Harrington pada tahun 1596 tidak diadopsi dalam skala besar, kloset yang diciptakan oleh Harington kemudian disempurnakan oleh Alexander Cummings. 

Cummings pada tahun 1775, berhasil mengembangkan teknologi kloset awal dari Hurrington danmenemukan kloset bilas yang tidak bau yang disebut dengan valve closet. Penemuan penting Cummings adalah kloset ini menggunakan saluran pembuangan leher angsa atau mirip huruf S. Alexander Cummings merupakan orang pertama yang mendapatkan hak patent terhadap penemuan kloset.

Thomas Crapper merupakan tokoh yang kontroversial, karena dianggap oleh kebanyakan orang sebagai penemu kloset modern. Crapper memegang sembilan paten, empat untuk perbaikan saluran air, tiga untuk lemari air, satu untuk penutup lubang got dan terakhir untuk sambungan pipa. 

 Kota London diserang wabah kolera sebanyak tiga kali tahun 1832, 1849,1854. Penyebab merebaknya wabah kolera disebabkan oleh kondisi sanitasi yang jelek, sumur penduduk berdekatan dengan aliran air kotor dan pembuangan kotoran manusia. Setelah menunggu hampir selama 300 tahun setelah diciptakannya kloset pertama oleh Sir John Harrington, akhirnya penggunaan kloset digunakan secara universal. Akibatnya, Inggris memimpin dunia dalam hal pembangunan dan sistem pengolahan limbah yang baik dan dalam memproduksi kloset di dalam ruangan terutama setelah inovasi yang telah dilakukan oleh Thomas Crapper yaitu kloset bilas di tahun 1872.

Bangkitnya ilmu pengetahuan pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 mempunyai dampak yang luas terhadap segala aspek kehidupan manusia, termasuk kesehatan. Upaya-upaya untuk mengatasi epidemi dan endemi penyakit-penyakit, manusia telah mulai memperhatikan masalah lingkungan, terutama sanitasi lingkungan. Pembuangan kotoran manusia, pengadaan air bersih, pembuangan sampah, ventilasi rumah telah tercatat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada waktu itu.

 

PUBLISHED BY

Civicindonesia